ASEAN Business Club akan segera terbentuk

businessNegara-negara ASEAN kembali menghimpun kekuatannya. Sebagai salah satu bukti, hari ini (26/5), rencana baru pembentukan ASEAN Business Club (ABC) resmi diumumkan.

Asal tahu saja, ABC akan menjadi wadah bagi sektor swasta, terutama bagi perusahaan-perusahaan besar di Asia Tenggara untuk terlibat dan mendukung penuh pembangunan komunitas ASEAN. Sepuluh tokoh pendiri, yang terdiri dari beberapa tokoh bisnis terkemuka di Asia Tenggara, akan duduk di dalam Dewan Penasehat, yang akan membentuk dan menentukan formasi dari ABC.

Beberapa di antaranya Chairul Tanjung (Chairman Para Group) dan Patrick Walujo (CEO Northstar Pacific) dari Indonesia; Dato' Sri Nazir Razak (Group Chief Executive CIMB Group) dan Dato' Sri Tony Fernandes (Group CEO AirAsia) dari Malaysia; serta Simon Cheong (pendiri SC Global Developments) dan Chew Gek Khim (Executive Chairman The Straits Trading Company) dari Singapura.

Selain itu, ada pula Chartsiri Sophonpanich (Presiden Bangkok Bank) dan Tos Chirathivat (CEO Central Retail Corporation) dari Thailand; Jaime Augusto Zobel de Ayala (Chairman dan CEO Ayala Corporation) dan Cezar Consing (Rohatyn Group) dari Filipina.

Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) merupakan wujud komitmen negara-negara ASEAN dalam menciptakan pasar bersama dan basis produksi di negara-negara kawasan Asia Tenggara pada tahun 2015. Kelompok yang terbentuk nantinya akan menjadi entitas ekonomi tunggal, menjadi kekuatan ekonomi ketiga terbesar di Asia dengan jumlah penduduk 600 juta jiwa dan PDB lebih dari US$2 triliun.

"ASEAN sebaiknya tidak hanya menjadi wahana bagi pemerintah. Pengembangan Komunitas Ekonomi ASEAN harus diprakarsai dan dijalankan oleh dunia usaha. Peran ABC nantinya tidak hanya menjadi penghubung sekretariat ASEAN, sektor swasta, dan pemerintah, tapi juga menyediakan sistem jaringan yang akan menghubungkan para tokoh bisnis dan perusahaan di kawasan Asia Tenggara," ujar Dato' Sri Nazir Razak.