Auto Switching layanan obat untuk masyarakat

Jakarta - Kebijakan baru yang diterapkan oleh ibu Dirjen Binfar mengenai Auto Switching layanan obat untuk masyarakat. Dasar kebijakan ini memungkinkan apoteker mengganti obat resep bermerek atau paten dengan obat generik. Formulasi Nasional (Fornas) menetapkan kebijakan layanan obat untuk masyarakat yang diberi nama auto switching (ganti otomatis).
 
“Asal dengan zat aktif yang sama,” kata Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Nasional, Maura Linda Sitanggang pada wartawan di acara temu media Formularium Obat untuk Jaminan Kesehatan Nasional pada Senin (17/6) di Jakarta.
 
Ibu Maura menyebutkan daftar obat dalam Fornas diambil bedasarkan Daftar Obat Esensial (DOEN). 
 
“Obat kanker yang esensial juga masuk dalam Fornas,” katanya saat menjelaskan kriteria pemilihan obat Fornas.
 
Dalam daftar itu yang diutamakan yakni obat memiliki rasio manfaat biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi bagi konsumen dan memiliki rasio manfaat-resiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan bagi pasien. Cuma  obat tradisional dan suplemen makanan tidak termasuk dalam daftar trsebut.
 
Ibu Dirjen Binfar berharap bisa mengubah pandangan masyarakat tentang obat generik. Karena selama ini masyarakat beranggapan obat generik adalah obat yang tidak semanjur obat bermerek atau obat paten. 
 
Formulasi Nasional disusun oleh Komite Nasional Penyusunan Formularium Nasional berdasarkan bukti ilmiah mutakhir, berkhasiat, aman dengan harga murah.
 
Sebagai informasi, Fornas dibuat sebagai acuan bagi setiap fasilitas pelayanan kesehatan dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKS) 2014.