Indofarma Siapkan Kuasi Reorganisasi

indofarmaFriday, 10 June 2011. JAKARTA PT Indofarma Tbk (INAF) menyiapkan program kuasi reorganisasi pada tahun ini. Perusahaan milik pemerintah ini akan membagikan dividen pada tahun depan jika program tersebut sukses.



Kuasi reorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang memungkinkan perusahaan merestrukturisasi ekuitas dengan menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh aktiva dan kewajibannya. Manfaat program ini, antara lain, perusahaan bisa meneruskan usahanya secara lebih baik, dengan neraca yang menunjukkan nilai sekarang, tanpa dibebani akumulasi kerugian.

"Kalau bisa, sebelum September sudah terlaksana," kata Direktur Keuangan Indofarma, Djakfarudin Junus, setelah rapat umum pemegang saham tahunan kemarin.

Djakfar mengungkapkan, Indofarma menderita akumulasi kerugian sebesar Rp 160 miliar sejak 2002. Namun, hingga akhir Desember 2010, akumulasi kerugian yang tersisa tinggal Rp 73 miliar.

Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN Irnanda Laksanawan mengatakan, dengan kuasi reorganisasi, akumulasi kerugian menjadi nol, sehingga tahun depan perusahaan mulai bisa membagi dividen.

Penjualan bersih perseroan pada 2010 turun menjadi Rp 1,047 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,125 triliun. Sedangkan laba bersih selama tahun lalu melonjak menjadi Rp 12,55 miliar dari Rp 2,13 miliar pada 2009.

Laba bersih tumbuh signifikan karena pada tahun lalu Indofarma menata portofolio penjualan produk, melalui pemangkasan penjualan beberapa produk non-esensial.

Langkah tersebut mendorong penurunan rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan bersih menjadi 69,6 persen. Dampaknya, laba kotor naik 4,5 persen. Pada kuartal pertama 2011, perseroan membukukan pendapatan Rp 118,87 miliar, naik 9,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun perseroan masih menderita rugi bersih Rp 19,98 miliar. http://www.korantempo.com/