Investing in Indonesia's Institution 2009 - 2012

interviewIndonesia telah menempuh perjalanan panjang tapi masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama dalam pengentasan kemiskinan, penyampaian layanan dan kepemerintahan.



Tahun 2007, hampir separuh dari penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan atau berada sedikit di atas garis kemiskinan nasional. Peluang kerja terus bertumbuh lebih lambat dari pertumbuhan populasi. Kualitas layanan publik masih belum benar-benar mewakili negara berpendapatan menengah. Wilayah timur Indonesia tetap tertinggal, sementara Indonesia secara keseluruhan masih mendapat nilai rendah dalam beberapa indikator kesehatan dan infrastruktur.

Dalam mengatasi tantangan ini, Indonesia tidak terhambat oleh kurangnya sumber daya keuangan tapi oleh kurangnya pertanggungjawaban dan prosedur yang efektif dalam lembaga-lembaganya. Lembaga yang efektif tahu bagaimana menggunakan sumber daya yang tersedia dan menjadikannya hasil pembangunan yang lebih baik. Lembaga yang efektif tahu bagaimana membelanjakan anggaran secara bijaksana dan membangun sekolah, klinik, dan sumber penghasilan yang lebih baik.

Bagaimana Kelompok Bank Dunia Mendukung Upaya Indonesia dalam Memperkuat Lembaga-Lembaganya?
Tahun ini, Kelompok Bank Dunia telah menyetujui Country Partnership Strategy (CPS) baru untuk Indonesia. Strategi ini, yang dikembangkan melalui konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, akan mengatur program Kelompok Bank Dunia mulai dari tahun fiskal 2009 sampai 2012. Dalam empat tahun mendatang, Kelompok Bank Dunia akan terus mendukung program dan solusi Indonesia sendiri dalam mengatasi tantangan pembangunannya

Dalam memenuhi tantangan ini, CPS baru Kelompok Bank Dunia untuk Indonesia akan berfokus pada investasi dalam lembaga. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan program pemerintah yang ada, memperkuat lembaga yang terlibat (lembaga negara dan nonnegara), serta mendorong pihak lain untuk mencontohnya. Semua upaya dalam pendekatan ini akan dipandang melalui "lensa kelembagaan" - yang berarti bahwa semua investasi, layanan pemberian saran, dan layanan analitis, akan berfokus pada lembaga, sektor, sistem dan program yang akan membantu mempromosikan efektivitas kelembagaan.

Pendekatan ini akan memastikan bahwa Kelompok Bank Dunia mendukung lembaga dan sistem di tingkat pusat dan daerah, yang mencakup lima area keterlibatan inti:

* Pembangunan sektor swasta
* Infrastruktur
* Pengembangan masyarakat dan perlindungan sosial
* Pendidikan
* Kesinambungan lingkungan dan mitigasi bencana.

Fokus pada lembaga terkait pada kenyataan bahwa pembiayaan Kelompok Bank Dunia saat ini hanya mewakili sedikit bagian dari anggaran nasional Indonesia. Porsi yang kecil ini hanya dapat memberi dampak jika dapat memanfaatkan porsi investasi swasta atau belanja publik Indonesia sendiri yang jauh lebih besar. Keseluruhan strategi hanya dapat membuat perbedaan jika Kelompok Bank Dunia fleksibel - terutama sehubungan dengan pemilihan umum 2009 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010 - serta mampu membangun dan mempertahankan hubungan.

 

(http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/COUNTRIES/EASTASIAPACIFICEXT/INDONESIAINBAHASAEXTN)/0,,contentMDK:21898614~pagePK:1497618~piPK:217854~theSitePK:447244,00.html