Kunjungan ke suku Kamaro desa Pigapu

altHari ke dua baksos Timika Papua, kunjungan rombongan Kemenkes, GP Farmasi Indonesia, PMMC dan GAPMI dibagi menjadi dua grup. Rombongan grup pertama pergi ke Agats - Asmat, untuk melihat dan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan dan yang diutamakan yang menderita penyakit HIV/AIDS. Rombongan grup kedua mengarah ke desa Pigapu suku Komoro yang letaknya lebih kurang 12 Km dari kota Mimika Timika.

Suku Komoro merupakan suku yang tinggal dipesisir, rawa-rawa dan sungai yang jauh dari keramaian kota Mimika Timika. Masyarakat suku Komoro terkenal akan olahan kulinernya yang beraneka ragam karena berada di daerah pesisir pantai. Olahan makanannya yang beraneka ragam dan kaya akan protein.  

Tambelo merupakan sejenis ulat yang berwarna putih kekuningan dan mengkilat dan hidup di dalam kayu yang sudah lapuk di dalam air. 

Dan biasanya suku Komoro memakan ulat Tambelo tersebut tanpa dimasak terlebih dulu alias metah-mentah. Kandungan protein ulat Tambelo cukup tinggi dan dipercaya oleh masyarakat suku Komoro dapat meningkatkan "kejantanan" pria. Ulat Tombelo banyak diminati oleh masyarakat Timika yang tahu akan khasiatnya.

Rombongan Kemenkes, GP Farmasi dan PMMC sampai di tempat itu kira-kira  jam 10 pagi waktu setempat dan disambut oleh masyarakat suku Komoro, yang tinggal ditepi jalan raya dengan rumah yang menjorok ke dalam dan biasanya rumah panggung karena  didirikan diatas rawa atau sungai .    

Orang tua maupun anak-anak tidak segan-segan datang ke rombongan dan mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru, karena memang masih belum terlalu lama penggantian tahun.

Walaupun anak-anak terlihat ceria namun mereka banyak kekurangan gizi. Ada salah seorang ibu mengendong anaknya yang berusia belum genap sebulan terlihat kurus, kecil dan lemah, karena kurangnya asupan gizi dari asi ibu tersebut.

Ibu Diah Setia Utami ,MD Psychiatri, MHA , Direktur , Directorate General of Health Care Kemkes, sengaja mewawancarai ibu muda tersebut dan tentunya memberikan banyak nasehat dan arahan yang juga didengarkan ibu-ibu lainnya .

Kebiasaan merokok terlihat sangat menonjol, bahkan dalam waktu berfoto , terlihat beberapa bapak menunjukan rokoknya, kesadaran akan kesehatan , hidup sehat kelihatannya masih perlu diperhatikan lagi untuk masyarakat suku Komoro ini.

Setelah beberapa lama berbincang dengan masyarakat Komoro, rombongan kembali ke kota Mimika , dan kali ini mengunjungi tempat permukiman karyawan Kuala Kencana Freeport, yang lengkap dengan fasilitasnya. (KR/TPH)

alt

alt

alt

alt

alt