Layanan Kesehatan masuk dalam indeks kepuasan pasien

Permasalahan JKN cukup banyak, antara lain ketersediaan obat itu bagian yang paling penting yang dapat menimbulkan masalah berantai dan berdampak kemana-mana. Dan masalah tersebut harus segera ditangani dan diselesaikan terutama permasalahan harga obat dan distribusi didalam layanan kesehatan peserta JKN.

Jakarta -  Pameran IPEX yang berlangsung 1- 4 Nopember lalu, berlangsung seminar mengenai pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Sebagai mediator seminar GPFI H.M. Syamsul Arifin dan narasumbser BPJS Kesehatan Mediati Metia Permatasari asisten Deputi bidang Pembiayaan Manfaat Kesehatan Rujukan.
Jaminan Kesehatan Nasional sudah berada ditahun ke 4, dalam survey yang dilakukan BPJS permasalahan keluhan obat merupakan urutan 5 besar setiap tahunnya. Survey ini diambil dari keluahan pasien JKN yang berada diseluruh Indonesia.
 Roadmap JKN 2014 - 2019 Pencanangan Pemerintah tentang Program Kesehatan yang tetap berjalan dengan berkesinambungan. Kepesertaan JKN-KIS sampai saat ini sudah mencapai sekitar 183 juta dengan target tahun 2019 warga negara Indonesia wajib memiliki Jaminan Kesehatan dan Jaminan Hari Tua.
BPJS Kesehatan ada dua manfaat antara lain medis dan non medis. Di tahun ini Penjaminan terhadap manfaat pelayanan obat masih terkendala didalam pasien dan ini mempengaruhi indeks kepuasan pasien BPJS-Kesehatan.
Tahun 2016 indeks kepuasan peserta 75% dan bergerak 80% dan target 2019 indeks kepuasan peserta 85%. Indeks kepuasan fasilitas kesehatan ini berpengaruh karena faktor pelayanan obat yang kurang baik.
Akhir paparan Mediati, BPJS Kesehatan merupakan wakil dari peserta JKN, BPJS Kesehatan adalah pembeli aktif yang bisa memilih layanan-layanan kesehatan dan mempunyai standar sendiri untuk kepentingan peserta JKN. (tph)