24 Tahun, PT Dian Cipta Perkasa Momentum Alih Kepemimpinan Bisnis

Dasar pertama yang dikenalkan adalah bidang penjualan dan administrasi. Dua bidang ini, menurutnya, merupakan dua bidang ujung tombak dalam bisnis. Dalam tataran lebih tinggi, penjualan adalah penguasaan pasar. Sedangkan administrasi adalah manajemen perusahaan.

Tanggal 24 April 2015 lalu, suasana kantor PT Dian Cipta Perkasa tampak beda. Sejumlah karangan bunga ucapan selamat menghiasi pelataran kantor yang berloksi di Puri Sentra Niaga, Blok B No. 25, JL. Wiraloka, Cipinang Melayu, Kalimalang, Jakarta Timur. 
Tata ruang kantor yang semula biasa saja, kini tampak lebih keren dan elegan. 
Perusahaan  yang bergerak di bidang perdagangan, impor dan distribusi bahan baku untuk makanan, pakan ternak, farmasi, dan kimia ini memang tengah merayakan hari jadinya yang ke 24. Hari jadi ini juga menjadi momen penting dalam sejarah PT Dian Cipta Perkasa.
Pendiri sekaligus President Director PT Dian Cipta  Perkasa, Rudy Ismanto, memberikan tongkat kepemimpinan jajaran direksi perusahaan ini kepada generasi penerusnya, yakni Cynthia Dian Ayuningtyas dan Pascal Sormin. Keduanya kini memegang peranan penting di perusahaan ini.
Menurut Rudy, ada dua alasan pentingnya regenerasi dalam bisnisnya. Pertama, bisnis butuh kesinambungan. Sebagai pendiri, dia tidak ingin bisnisnya hanya bertahan satu generasi saja. Alasan kedua, bisnis yang dia jalani selama 24 tahun tersebut, ke depan masih memiliki prospek yang menjanjikan. “Karena itu, sejak empat tahun lalu saya mengajak anak-anak saya untuk mencintai bisnis ini,” ujarnya.
Rudy bilang, saat awal melibatkan anak-anaknya dia tidak memberikan perlakuan khusus. Dia justru memberikan ruang agar anak bisa menguasai dasar bisnis secara langsung dari posisi paling bawah, yakni staf.
Dasar pertama yang dikenalkan adalah bidang penjualan dan administrasi. Dua bidang ini, menurutnya, merupakan dua bidang ujung tombak dalam bisnis. Dalam tataran lebih tinggi, penjualan adalah penguasaan pasar. Sedangkan administrasi adalah manajemen perusahaan.
Kepada PMMC News, Pascal menuturkan, di awal-awal bergabung dengan bisnis orang tua istrinya itu, dia menempatkan diri setara dengan karyawan lainnya. Dengan demikian, tak ada kecanggungan hubungan kerja antara dirinya dan karyawan lainnya.
Secara bertahap, Pascal mempelajari semua divisi yang ada di perusahaan milik mertuanya itu. Mulai dari divisi legal, penjualan, divisi sumber daya manusia, sampai bagian gudang. Karena memiliki latar belakang hukum, ia memilih bidang kontrol peraturan perusahaan dan legalitas perusahaan. “Saya belajar betul di setiap divisi ini. Hasilnya, saya sudah mulai menguasai seluk beluk setiap divisi,” ujarnya. 
 
Dari nol 
Perjalanan bisnis PT Dian Cipta Perkasa bisa menjadi inspirasi bagi pebisnis lainnya di bidang apapun. Rudy mengaku, mendirikan bisnis ini berangkat dari modal hanya Rp 20 juta pada tahun 1991. 
Meski dengan kesederhaan, bersama tim, Rudy secara perlahan membangun kepercayaan kepada para konsumen dan mitra bisnisnya. Meski sudah berpengalaman bekerja di perusahaan sejenis dan jaringan pasar di tangannya, toh Rudy tetap melakukan pola marketing sistem acak pasar. 
Rupanya, pria berpembawaan tenang ini ingin membangun pasar yang lebih solid dari nol. Hasilnya, seiring perjalanan waktu, bisnis PT Dian Cipta Perkasa kian berkembang. Jaringan pasar lokal mulai dalam genggamannya. Dan yang lebih penting, hubungan dengan para produsen bahan baku dari luar negeri, khususnya China, kian kuat terjalin. Bisnisnya pun kian tangguh.
Kini, PT Dian Cipta Perkasa menjadi salah satu perusahaan terkemuka dan dicari perusahaan kimia dalam pemasaran dan distribusi bahan makanan, aditif pakan, bahan baku farmasi, dan bahan kimia untuk berbagai industri manufaktur di Indonesia. Perusahan ini memiliki kemampuan lebih untuk menawarkan kepada pelanggan dalam konsep "One-Stop-Shop, Just in time deliveries", solusi untuk bahan kimia atau kebutuhan bahan baku. (A.Kholis)