BI: Dampak Ekonomi AS Tak Besar

logo_biDeputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menilai dampak turunnya peringkat obligasi jangka panjang Amerika Serikat tidak akan terlalu besar terhadap perekonomian Indonesia.

"Kalau dampak ke Indonesia dalam jangka pendek tidak besar, tetapi yang jelas situasi dan kondisi ekonomi global sudah berubah dan akan memiliki dampak menengah panjang kepada pertumbuhan ekonomi dunia," kata Halim di Jakarta, Senin (8/8).

Mengutip prediksi para pakar ekonomi dunia, Halim mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Eropa akan masuk ke kawasan pertumbuhan ekonomi yang lemah seperti yang dialami Jepang dan akan berlangsung lama.

"Hal itu didorong karena situasi kondisi politik yang tidak ada yang mau mengalah, persis seperti Jepang," kata Halim.

Namun, kondisi itu tidak akan berdampak besar kepada Indonesia karena Indonesia tidak terlalu banyak tergantung pada ekonomi AS dan Eropa dalam beberapa tahun terakhir, karena Indonesia lebih mengandalkan kekuatan permintaan domestik, katanya.

"Jadi dampak kekacauan di AS dan Eropa tidak besar ke kita, tapi dalam jangka menengah panjang tentu akan ada dampaknya. Kita bisa mengatasinya kalau kegiatan investasi domestik terutama infrastruktur bisa terus berjalan," katanya.

Menurutnya dalam jangka panjang nilai tukar dolar akan terus melemah dan Indonesia mungkin harus berhadapan dengan arus modal asing yang mencari tempat yang menarik. "Indonesia akan menjadi salah satu tujuan capital inflows," katanya.

Sementara itu, mengenai penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia sejak Jumat lalu paska pengumuman penurunan peringkat obligasi jangka panjang Pemerintah Amerika Serikat oleh Standard & Poor's dari AAA menjadi AA+, menurut pengamat ekonomi Mirza Adityaswara hanya merupakan kepanikan para pemain bursa.

"Itu biasa indeks turun kalau pemain bursa sedang panik," katanya.

IHSG Senin siang ini terus merosot ke posisi 3.700 setelah pada Jumat pekan lalu berada di posisi 3.900 poin, meski sebelumnya terus menguat ke posisi 4.170 poin.(ant/hrb)