In memoriam (Bapak Sugianto) Berpulangnya Sosok yang Sangat Peduli

Kabar duka mendadak tersebar ke seluruh anggota PMMC, Sabtu malam18 Juni lalu. Sahabat kita, Bapak Sugianto, Presiden Komisaris sekaligus business owner  PT Tuggal Jaya Plastic telah berpulang. Memang, sebelumnya, seluruh anggota PMMC sudah mengetahui bahwa Pak Sugianto beberapa kali sakit. 
 
Kabar berpulangnya Pak Sugianto tentu saja meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan para anggota PMMC. Di mata para anggota PMMC, sebelum menderita sakit, Pak Sugianto dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi ini. Mulai dari kegiatan bakti sosial hingga pertemuan-pertemuan lainnya di organisasi. 
 
Gayanya yang ceria, murah senyum, dan senang berbagi pengalaman membuat ia selalu bersemangat dalam setiap kegiatan bakti sosial PMMC di berbagai daerah. Termasuk ketika PMMC mengadakan bakti sosial ke kawasan korban meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Pak Sugianto terlihat begitu antusias dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana. Ia tak sungkan-sungkan untuk berbincang dan mendengarkan keluhan para pengungsi korban bencana, saat itu. 
 
Sosok Pak Sugianto tak hanya dikenal dekat dengan para pelaku industri farmasi dan bisnis lainnya. Ia juga cukup dekat dengan kalangan militer. Tak jarang hubungan pertemanan dengan kalangan militer ini dimulai sejak mereka berpangkat perwira menengah, hingga naik berpangkat Jenderal bintang tiga.
Yang sangat berkesan ketika berjumpa dengan para sahabatnya di kalangan militer, Pak Sugianto selalu berkelakar,”Kita sudah saling kenal sejak Bapak masih berpangkat Letkol (Letnan Kolonel), dan sekarang sudah jadi Jenderal bintang tiga. Tapi sampai sekarang saya pangkatnya, masih Prajurit Satu.” 
Candaan segar macam ini sering diucapkan saat Pak Sugianto bersilaturahmi dengan Letjen.(TNI) Waris (Sekjen Wantanas) dan Letjen.(TNI) Muhammad Munir (mantan Wakasad).
 
Kini, candaan seperti ini tak lagi terdengar. Pak Sugianto telah berpulang menuju alam yang lebih abadi. Selamat jalan, Pak Sugianto. Kami yang ditinggalkan selalu mengenang kebaikan Bapak.
(Abdul Kholis)