Opening Ceremony CPhI SEA 2013 : Kepercayaan untuk Indonesia

Jakarta - Indonesia Kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah penyelanggraan CPhI Sout East Asia (CPhI SEA). Seperti tahun sebelumnya, CPhI Sout East Asia 2013 juga diselenggarakan di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta. Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Republik Indonesia, Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD. secara resmi membuka pameran niaga industri farmasi terkemuka ini.
Acara  yang diselenggarakan mulai 20-22 Maret 2013 ini merupakan wujud kepercayaan dunia kepada Indonesia, khususnya dunia farmasi. Menurut Ketua Umum Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia Johanes Setijono, CPhI SEA merupakan peluang bagi para pelaku industri farmasi dan penyedia bahan baku obat dari seluruh dunia untuk menjangkau pasar Asia Tenggara yang sedang tumbuh pesat. 
Indonesia kembali terpilih menjadi tuan rumah karena memiliki peran yang signifikan dalam industri farmasi atau bahan baku di wilayah Asia Tenggara. “Indonesia berpeluang sangat besar untuk mengembangkan industri bahan baku lokalnya guna memenuhi kebutuhan regional,” ungkapnya, usai pembukaan acara. 
Indonesia adalah salah satu negara yang akan mengalami pertumbuhan dua digit di pasar farmasi dengan nilai semula 3,7 (US$ Bn) tahun 2010 menjadi 6,1 ( US$ Bn) tahun 2014 di wilayah ASEAN. Namun dengan pangsa pasar sekitar 37% dalam industri ini, Indonesia masih mengimpor lebih dari 95% bahan baku farmasi dari negara lain.
Ketua Umum Pharma Materials Management Club (PMMC) dan Wakil Sekretaris Jenderal GP Farmasi Indonesia Kendrariadi Suhanda mengatakan, dari data IMS Health 2013, pertumbuhan industri farmasi di Indonesia mencapai 13,3% antara tahun 2011 hingga tahun 2016.  “Angka ini dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6%,” katanya.  
Menurutnya, hal ini merupakan peluang, tidak hanya bagi industri obat-obatan, tetapi juga industri pendukung seperti bahan baku, mesin pengemasan, untuk makin berkembang.