PT Dian Cipta Perkasa Melejit lewat CPhI SEA 2017

CPhI SEA 2017 - Pameran niaga industri farmasi Convention on Pharmaceutical Ingredients Southeast Asia (CPhI SEA) 2017 di Jakarta Internasional Expo (JI Expo), Kemayoran, terus mengalami peningkatan dari tahun ketahunnya.  Semua itu merupakan peluang bagi para pelaku industri farmasi dan penyedia bahan baku obat dari seluruh dunia untuk menjangkau pasar Asia Tenggara yang sedang tumbuh pesat.

Busness Development Executive PT Dian Cipta Perkasa, Tri Ayu Apriyani, S. Farm, Apt memaparkan, pameran seperti ini  memiliki peran yang signifikan dalam industri farmasi dari seluruh wilayah Asia Tenggara dan berpeluang sangat besar untuk mengembangkan industri bahan baku lokalnya.
"Selain pameran, kegiatan ini juga menghadirkan program pendukung lainnya seperti seminar informatif dan presentasi teknologi, mempertemukan para pengambil keputusan dari perusahaan manufaktur dan profesional di bidang R&D dengan para supplier internasional dalam ndustri bahan baku, layanan, dan solusi outsourcing," tambahnya.

Selain bahan baku farmasi, CPhI SEA 2017 kali ini juga dilengkapi dengan pameran P-MEC dan InnoPack. P-MEC menghadirkan peralatan farmasi terbaik dari Eropa, India dan China yang menyajikan teknologi terbaru dalam produk farmasi dan proses manufaktur bahan baku farmasi guna meningkatkan kontrol kualitas, keamanan dan efisiensi produksi.

Melalui persaingan ketat antar produk farmasi dan bahan bakunya sangat menguntungkan bagi Indonesia untuk mendapatkan obat-obatan. Bila dipantau dari pameran kali ini kata Ayu 75 persen kebutuhan farmasi didominasi dari China. Sedang selebihnya dari negara lain seperti India.
India yang memiliki produk cukup bagus dalam segi obat-obatan biasanya memiliki keunggulan dibeberapa bidang. Dengan begitu dalam segi persaingan masih bisa menandingi dengan negara lain yang memproduksi sebagian besar jenis obat yang dibutuhkan oleh konsumen.

Melalui persaingan ketat antar produk obat-obatan tersebut juga berimbas dari segi harga dan kualitasnya. Dengan begitu Indonesia sebagai daerah pemasarannya tinggal memilih dari mana produk atau bahan-bahan baku akan didatangkan.
Ayu melanjutkan, dalam segi persaingan harga yang cukup signifikan itu sangat menguntungkan bagi pemerintah Indonesia yang memiliki program BPJS (Badan Pelaksana Jaminan Sosial). Dari persaingan tersebut pemerintah mempunyai patokan harga obat yang layak diberikan pada masyarakat yang tergabung dalam BPJS tanpa membeda-bedakannya. (WS)