PT. Tigaka Distrindo Perkasa LAYANAN CEPAT dan Aman

PT Tigaka Distrindo Perkasa berhasil mendapatkan sertifikat Internasional AEO (Authorized Economic Operator) dari Bea Cukai Indonesia pada akhir Desember 2016. Penyerahan sertifikat diberikan dalam acara Simposium "Indonesia Trusted Partner in Securing International Trade and Logistics Supply Chain", mengenai Authorized Economic Operator & Mitra Utama Kepabeanan, dari Bea dan Cukai. (27/2)

Sertifikasi ini memantapkan langkah PT Tigaka Distrindo Perkasa sebagai pelaku importir dan eksportir global. AEO merupakan program hasil inisiatif Organisasi Kepabeanan Dunia, telah disepakati, diakui, dan diimplementasikan oleh sekitar 160 negara di dunia, salah satunya Indonesia.

Pelaku usaha yang telah bersertifikasi AEO dan tergabung dalam MITA Kepabeanan memberikan kontribusi signifikan di bidang kepabeanan dan penerimaan negara. Berdasarkan data Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, perusahaan AEO dan MITA dari segi jumlah importasi berkontribusi sekitar 26,84 persen atau sekitar 265 ribu kontainer sepanjang 2016.
AEO merupakan sertifikasi kepabeanan yang berlaku internasional memberikan beberapa benefit bagi operator ekspor/impor bila dibandingkan dengan sertifikasi lokal seperti MITA Kepabeanan. Dibawah ini adalah fasilitas – fasilitas yang diberikan bagi operator AEO:
1.    Penelitian dokumen dan/atau pemeriksaan fisik minimal
2.    Prioritas untuk mendapatkan penyederhanaan prosedur  kepabeanan
3.    Pelayanan  khusus  dalam  hal terjadi gangguan terhadap  pergerakan pasokan logistik serta ancaman yang meningkat
4.    Kemudahan pemberitahuan pendahuluan (pre-notification)
5.     Dapat menggunakan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk menjamin seluruh kegiatan di bidang kepabeanan
6.    Kemudahan pembayaran atas penyelesaian kewajiban kepabeanan dalam bentuk berkala
7.    Kemudahan pembongkaran dan/atau pemuatan
    langsung dari atau ke sarana pengangkut yang datang dari atau akan berangkat ke luar daerah pabean ke atau dari sarana pengangkut darat tanpa dilakukan penimbunan
8.    Prioritas untuk diikutsertakan dalam program-program baru yang dirintis oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
9.    Layanan khusus dalam bentuk layanan yang diberikan Client Manager; dan/atau
10. Layanan penyelesaian kepabeanan di luar jam kerja Kantor Pabean
Menurut Thomas R Harsono, CEO PT. Tigaka Distrindo Perkasa, " Sertifikasi AEO merupakan langkah strategis bagi TDP. Kami mau menjadi global operator yang memberikan standar keamanan dan pelayanan bagi principal dan pelanggan kami.” tutur Thomas R Harsono dalam wawancara lewat telepon oleh PMMC News.
Beliau menegaskan, "Kami bangga bahwa kami bisa melewati penilaian terhadap 13 point prasyarat utama oleh team audit AOE dan dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan predikat perusahaan eksport impor bersertifikasi AEO.”
AEO mensyaratkan 13 persyaratan berhubungan dengan standar operating procesudure, kualitas, keamanan lingkungan kerja, serta financial assesment. Detil persyaratan Sertifikasi AEO yang wajib dipenuhi adalah:
1.     Menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan kepabeanan dan/atau cukai
2.     Mempunyai sistem pengelolaan data perdagangan
3.     Mempunyai kemampuan keuangan
4.     Mempunyai sistem konsultasi, kerjasama, dan komunikasi
5.     Mempunyai sistem pendidikan, pelatihan, dan kepedulian
6.     Mempunyai sistem pertukaran informasi, akses, dan kerahasiaan
7.     Mempunyai sistem keamanan kargo
8.     Mempunyai sistem keamanan pergerakan barang
9.     Mempunyai sistem keamanan lokasi
10.     Mempunyai sistem keamanan pegawai
11. Mempunyai sistem keamanan mitra dagang
12. Mempunyai sistem manajemen krisis dan pemulihan insiden
13. Mempunyai sistem perencanaan dan pelaksanaan pemantauan, pengukuran, analisis, dan peningkatan sistem.
Sertifikasi AEO Kepabeanan merupakan salah satu upaya mempersingkat waktu bongkar muat peti kemas di pelabuhan atau “dwelling time”. Kontribusi AEO dan MITA Kepabeanan berperan dalam menurunkan “dwelling time” 30 persen dari waktu rata-rata normal, yaitu dari 3,4 hari menjadi 2,38 hari.
Dalam wawancara exclusive dengan PMMC News, Yafet Indah Purwanta, Director Import Logistics & Supply Chain, "PT TDP sudah menikmati proses dari Billing Upload PIB ke SPPB dalam hitungan jam sejak menjadi operator AEO”. Seperti diketahui bahwa pada 2015, “dwelling time” Indonesia tercatat lebih dari 5 hari, saat ini berada di sekitar 3-4 hari. Pemerintah sendiri menargetkan “dwelling time” mampu mencapai 2,5 hari, dan mendapatkan fasilitas pembayaran berkala untuk PDRI(BM, PPn, PPh).
Sertifikasi AEO dan MITA Kepabeanan dapat berpengaruh pada perbaikan indeks kinerja logistik (LPI) Indonesia, yang pada 2016 berada di nomor empat di antara negara-negara Asia Tenggara dan pada level Asia Pasific negara kita berada diurutan 12 dibawah Australia dengan jumlah 9 perusahaan. Di tahun 2017, bertambah menjadi 49 perusahaan di triwulan pertama, kemungkinan di akhir 2017 bisa lebih dari 100 perusahaan yang bersertifikasi AEO.
"Penilaian standar AEO merupakan penilaian menyeluruh perusahaan tidak hanya terfokus pada SOP Impor saja. Ada hal – hal lain yang menyangkut fisik bangunan yang harus dipenuhi. Kemampuan finansial juga termasuk dalam penilaian” ujar Ira Lestari, salah satu Direktur PT TDP.
Beliau menegaskan biaya untuk memenuhi standar AEO cukup material tetapi hasil sertifikasi ini memastikan perusahaan dapat bersaing di tingkat internasional dan yang lebih utama dapat meningkatkan pelayanan dan efisiensi waktu kepada pelanggan.  
Sertifikat AEO inilah merupakan kebanggaan PT. TDP untuk bisa melayani dengan waktu yang lebih cepat dan aman sampai ditangan pelanggan. (pttdp/tph)