Sinergikan Lini Farmasi perkuat daya saing Global

"Musyawarah Provinsi ini acara yang diharus oleh AD/ART GP Farmasi Indonesia, bahwa disetiap lima tahun kita harus mengadakan musyawarah ini dimana kita berkumpul  untuk berdiskusi dan memikirkan langkah-langkah yang harus diambil oleh pengurus GP Farmasi Indonesia terutama DKI Jakarta", ujar Handoko B. Soestrino.

Jakarta -  Musyawarah Provinsi XII GP Farmasi Indonesia tahun 2017, mengusung tema "Sinergi Pelaku Usaha Farmasi dengan Tenaga Kefarmasian untuk Memperkuat Daya Saing Global" sangatlah tepat dengan kondisi saat ini dengan ancaman dari pengusaha dari modal asing. Menurut Handoko B. Soetrisno, selama ini fungsi tenaga kefarmasian tidak terlalu dimanfaatkan secara maksimal dalam mengambangkan usaha kefarmasian.
Musyawarah Provinsi XII dibuka dengan pengguntingan pita merah. Panitia Musprov XII menghadirkan pembicara dari akademisi Drs. Rahmat Santoso M.Si, MH.Kes., Apt, Asosiasi Profesi IAI Jakarta Atu Kurnia S.Si, Apt, perwakilan Kementerian Kesehatan dan pelaku usaha di bidang industri Roy Lembong.
Pesta demokrasi dalam Musprov XII, Handoko B. Soetrino menuturkan "Pengurus baru nanti diharapkan bisa memberikan masukan kepada pemerintah guna meningkatkan produktifitas pelaksanaan Program JKN dan juga memberikan fasiltas kepada pasien yang hadir dalam fasilitas kesehatan".
Sebagai Ketua Umum GP Farmasi Indonesia F. Tirto Kusnadi memberikan sambutan dalam acara Musprov XII GPFI - DKI Jakarta tahun 2017. Menurut beliau," Usaha di bidang farmasi sejatinya merupakan usaha yang mulia karena selain bersifat komersial juga kental nuansa sosial, hal ini obat merupakan produk yang dihasilkan oleh industri farmasi sangat diperlukan kehadirannya dalam sistem pelayanan kesehatan jiwa khususnya BPJS saat ini menjadi program utama bagi pemerintah untuk kesehatan bagi masyarakat kita".
Industri farmasi di negara maju dikategorikan sebagai kelompok industri strategis dan kelompok industri yang penting, di Indonesia situasinya sangat berbeda jauh diberlakukannya JKN, industri farmasi belum terlalu dianggap keberadaannya oleh pemerintah. Dahulu pemerintah dengan sistem sentralisali yang dianut mencoba memenuhi memenuhi obat esensial melalui BUMN farmasi, namun mengingat luasnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar peran swasta mulai dilibatkan hal ini diawali sistem desentralisasi pengadaan obat di tahun 2000. Pesan yang disampaikan Ketua Umum GPFI, Pengurus GPFI - DKI Jakarta,Pemerintah Provinsi, Balai POM DKI serta Dinas Provinsi DKI Jakarta harus bisa menjalin kerjasama dan bersinerji, bukan sebagai lawan tapi sebagai mitra sejajar demi pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Kusnaidi yang mewakili Pemerinta Provinsi DKI Jakarta, "Persoaalan JKN, Ada dua permasalahan, yang pertama adalah kepatuhan dokter di dalam memberikan cara penanganan penyakit dan yang kedua ketersediaan obat untuk pasien-pasien tersebut" ujar beliau. Saat ini DKI mengalami inflasi sekitar 0,02% dan di Indonesia juga mengalami inflasi 0,73%. Apa yang menyebabkan Jakarta inflasi ada tiga hal antara lain pendidikan, kesehatan dan transportasi. Di sisi kesehatan mengalami inflasi sekitar 0.20% dari belanja obat (turun)oleh pemerintah Jakarta yang dibeli sehingga masyarakat mempunyai uang lebih.

Di dalam Musprov, Presidium dipilih oleh panitia, yang terdiri dari ketua Teddy Iman S, sekretaris Harapan Panjaitan, anggota Utoyo Puspoharto, Lilis Mulyawati dan Wira Yudha. Sebelum ada keputusan terpilihnya Ketua GPFI-DKI Jakarta yang baru, kekuasan penuh dalam Musprov dipegang oleh Presidium.
Ketua Presidium memberikan kesempatan kepada semua bidang untuk melakukan sidang komisi dalam ruangan masing-masing dan hasil dari sidang komisi tersebut, semua bidang menyampaikan di depan forum Musprov. Setiap bidang mempunyai program yang disepakati bersama untuk memajukan para pelaku usaha dibidangnya masing masing dan mengharapkan kepengurusan baru GPFI-DKI Jakarta akan menjalankan program tersebut.

Menjelang pemilihan ketua GPFI-DKI Jakarta, tidak ada yang berkenan mencalonkan ketua GPFI-DKI Jakarta dan secara aklamasi ketua GPFI-DKI Jakarta yang lama dipilih kembali. Handoko B. Soetrisno terpilih menjadi ketua GPFI-DKI Jakarta untuk periode 2017 - 2022.

"Saya hanya bisa berjanji untuk berusaha semaksimal mungkin yang saya bisa untuk memajukan GPFI DKI Jakarta ini, dan kami kembali saya akan memberitahukan kepada bapak atau ibu yang hadir dan ikut berkontribusi didalam acara ini secara moril bertanggungjawab terhadap pilihannya, saya harap dukungan ibu dan bapak untuk bisa membantu memajukan organisasi ini," tutup Handoko B. Soetrino ketua GPFI-DKI Jakarta periode 2017 - 2022. (tph)