Pertemuan Lintas Sektor Dalam Pengawasan Obat dan Makanan Terkait Penyelarasan Program (RPJMD) 2020-2024

Pertemuan Lintas Sektor Dalam Pengawasan Obat dan Makanan Terkait Penyelarasan Program (RPJMD) 2020-2024

Dalam rangka Penyelarasan program, kegiatan, proyek, target, lokasi, dan anggaran pembangunan nasional antara pemerintah pusat,

provinsi, dan kabupaten/kota untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional, terutama yang terkait dengan program Pengawasan Obat dan Makanan, telah dilaksanakan pertemuan pada tanggal 20 Maret 2019 di Hotel Emelia, Jl. Letkol Iskandar No.18, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang yang dihadiri oleh 39 orang peserta yang berasal dari Bappeda kabupeten/kota dan provinsi di Sumatera Selatan, Dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi di Sumatera Selatan, Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Selatan.

Acara di buka langsung oleh kepala BBPOM di Palembang sekaligus sebagai narasumber terkait Hasil Pengawasan Obat dan Makanan dan Pembahasan Pengawasan Obat dan Makanan Pusat-Daerah. Pada pertemuan tersebut diisi juga oleh Narasumber dari Instansi terkait yaitu Dinkes Provinsi Sumsel dan Dinkes Kota Palembang dengan materi “Koordinasi dan Pengawasan Obat dan Makanan, Program Kegiatan, Rencana alokasi Penganggaran di Provinsi Sumatera Selatan”, kemudian Bappeda Provinsi Sumsel dan Bappeda Kota Palembang memaparkan materi terkait “Dukungan Alokasi Anggaran guna Peningkatan Pengawasan Obat dan Makanan di Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang”.

Tujuan Pertemuan adalah kabupaten/kota akan mengalokasikan anggaran untuk pengawasan obat dan makanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing baik melalui APBD maupun Krisna Selaras (keselarasan program pusat-daerah).

Dari hasil pertemuan diperoleh kesimpulan bahwa Rekomendasi hasil pengawasan Industri Rumah tangga Pangan yang disampaikan oleh Balai Besar POM di Palembang ke Dinas kesehatan kab/kota untuk ditindak lanjuti ke sarana; Dinas Kesehatan kab/kota menyelaraskan kegiatan pengawasan obat dan makanan kedalam aplikasi Krisna Selaras berkoordinasi dengan Bapedda kab/kota. Kabupaten/kota menyediakan mobil laboratorium keliling untuk memeriksa dan mengawasi pangan yang sering ditambahkan bahan berbahaya.

sumber: https://www.pom.go.id